Uncategorized

Etika (untuk) Konseli atau Klien atau Pasien Kesehatan Jiwa: Resume Pengalaman

Pertama, soal janji pertemuan. Kehadiran Anda membutuhkan perencanaan jadwal, dan itu berarti sekaligus kewajiban Anda untuk menghitung lama perjalanan, apalagi di jam-jam padat kendaraan. Usahakan untuk hadir tepat waktu, karena belum tentu konselor atau psikolog atau psikoterapis Anda menyediakan waktu berlimpah-limpah khusus untuk anda seorang. Anda perlu memahami bahwa anda memang istimewa dan penting. Namun orang lain pun demikian. Jadi jangan sembarangkan waktu pertemuan Anda. Orang yang bertemu dengan Anda sudah mengatur waktunya khusus untuk anda. Hargailah, jika anda pun ingin dihargai. Percayalah, pembatalan janji tanpa alasan yang jelas sungguh merugikan tenaga ahli yang anda akan kunjungi, juga calon klien lain yang semestinya bisa dibantu di jam perjanjian anda.

Kedua, soal komitmen dalam kunjungan. Tidak selalu masalah anda dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat, apalagi jika masalah Anda sudah terjadi bertahun-tahun lamanya. Profesional kesehatan jiwa yang menangani anda membutuhkan waktu untuk mengurai duduk perkara persoalan anda dan melatihkan beragam cara baru dalam bertindak dan berpikir, sehingga Anda akan lebih nyaman dalam menghadapi masalah di masa mendatang. Jadi jika anda diminta untuk hadir beberapa kali, patuhilah. Bekerjasamalah dengan tenaga ahli yang anda datangi, agar hasil yang anda rasakan dapat bertahan lama. Kalau alasan anda menghentikan pertemuan karena ingin menghemat biaya, sadari bahwa treatment yang tidak selesai berpotensi masalah yang berulang kembali. Lebih mahal kan jadinya? Nah!

Ketiga, soal investasi dalam kunjungan ke tenaga ahli. Ada sejumlah uang yang biasanya akan ditagihkan kepada anda. Tiap lembaga atau biro memiliki ketetapannya sendiri. Tugas Anda adalah mencari tahu sistem pembiayaan dan mekanisme pembayarannya. Semestinya sih penetapan tarif itu didasarkan pada keahlian dan lama berpraktek tiap tenaga ahli. Jadi biasanya, makin ahli akan makin mahal. Wajar sekali bukan? Karena dia pun belajar jauh lebih lama dan memiliki jam kerja jauh lebih banyak daripada yang baru menyelesaikan studi atau yang praktiknya tergantung mood.

Anda perlu mengenali kebutuhan anda, dan silakan memilih tenaga ahli seperti apa yang anda butuhkan. Barangkali anda dapat menegosiasikan tarif yang dibebankan kepada anda, tetapi anda juga perlu berkaca pada kondisi keuangan Anda. Kalau anda mampu membeli mobil mewah, masa iya konsultasi saja minta diskon? Kalau dana yang anda keluarkan bisa membantu orang lain yang lebih tidak mampu daripada anda, apa pantas Anda melakukan proses tawar menawar?

Mungkin Anda mengatakan kok matre amat sih? No no no.. tenaga ahli perlu biaya untuk terus belajar, perlu biaya untuk menghidupi diri, juga perlu biaya untuk menjaga kewarasannya. Dari mana dia mendapatkan semua biaya itu kalau bukan dari hasil kerjanya?

Kan cuma ngomong-ngomong saja, mahal amat sih? Helooo anda pernah ngomong-ngomong satu dua jam dan tidak merasakan apa-apa dengan masalah Anda malah makin puyeng rasanya? Apakah anda juga sudah mencoba duduk manis mendengarkan orang berbicara beberapa jam? Apa rasanya? Nikmat atau lelah? Nah itu bedanya.. ngomong-ngomong yang menyembuhkan tuh pakai ilmu, pakai jurus, pakai latihan, pakai otak plus hati sekalian.

(c) Henny Wirawan, September 2017

twitterlinkedin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *